Friday, October 4, 2019

[AUDIO] Kajian Nahwu At Tuhfatus Saniyah Syarah Al Jurumiyah - Al Ustadz Abu Khuzaimah Zulfikar

Rekaman Audio Kajian Nahwu At Tuhfatus Saniyah Syarah Al Jurumiyah Oleh Al Ustadz Zulfikar

Rekaman Kajian Nahwu At Tuhfatus Saniyah Syarah Al Jurumiyah 

Oleh Al Ustadz Abu Khuzaimah Zulfikar hafizhahullah
Setiap Kami Malam Jumat (Ba'da Maghrib)
di Ma'had Daarul Atsar Tasikmalaya



INGIN IKUT KELAS BELAJAR BAHASA ARAB ? DAFTAR DI SINI

PERTEMUAN 1 : Muqaddimah dan Definisi Kalam | 27 Muharram 1441 H


FAIDAH RINGKAS PELAJARAN NAHWU (PETEMUAN PERTAMA)


الۡكَلَامُ هُوَ اللَّفۡظُ الۡمُرَكَّبُ الۡمُفِيدُ بِالۡوَضۡعِ.

🔘 Al-Kalam adalah lafazh yang tersusun yang memberi faidah, sesuai dengan kaidah bahasa arab.

Lafazh kalam mempunyai dua makna: secara bahasa dan secara istilah menurut ilmu nahwu.

➡ Kalam secara bahasa adalah ungkapan yang dengan sebabnya dapat menghasilkan suatu faidah. Sama saja baik berupa lafazh atau tidak, seperti tulisan dan isyarat.
➡ Kalam secara istilah menurut ilmu nahwu, harus terkumpul padanya empat perkara:

  1. Berupa lafazh
  2. Tersusun
  3. Memberi faidah
  4. Sesuai dengan kaidah Bahasa Arab yang diletakan oleh orang arab

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

➡ Makna bahwa kalam harus berupa lafazh, yakni harus berupa suara yang mengandung sebagian huruf hijaiyyah, yang dimulai huruf alif, diakhiri huruf ya`.
Contohnya: أَحْمَد, يَكْتُبُ, dan سَعِيدٌ.

Karena setiap dari tiga kata ini jika diucapkan menjadi suara yang mengandung empat huruf hijaiyyah.

Adapun isyarat tidak dinamakan kalam menurut ahli nahwu (Ulama nahwu), karena tidak ada suara yang mengandung sebagian huruf. Meski dia tetap dinamakan kalam oleh ahli lughah(Ahli Bahasa) karena bisa memberikan faidah.

➡ Makna bahwa kalam harus tersusun artinya tersusun dari dua kata atau lebih.
 Contohnya:

 مُحَمَّدٌ مُسَافِرٌ, الْعِلْمُ نَافِعٌ, يَبْلُغُ الْمُجْتَهِدُ الْمَجْدَ, لِكُلِّ مُجْتَهِدٍ نَصِيبٌ, dan الْعِلْمُ خَيْرُ مَا تَسْعَى إِلَيْهِ.

Setiap ungkapan diatas disebut kalam. Karena setiap satu ungkapan tersusun dari dua kata atau lebih.

Satu kata tidak bisa disebut kalam menurut ahli nahwu,  kecuali jika ada kata lain yang digabung kepadanya.

⭕ Penggabungan kata ada dua :

1. Secara hakiki yakni penggabungan kata yang jelas terlihat. Contoh:
محمد مسافر

2. Secara Taqdiri yakni penggabungan kata yang tidak ditampakan. Contoh :

Sebagaimana jika ada yang berkata kepadamu: مَنْ أَخُوكَ؟ Lalu engkau jawab: مُحَمَّدٌ. Maka kata ini (Muhammad) dianggap kalam, karena takdirnya : مُحَمَّدٌ أَخِي.
Maka kalimat ini dalam bentuk taqdirnya merupakan ungkapan yang tersusun dari tiga kata.

➡ Makna bahwa kalam itu harus memberi faidah, artinya (memberikan faidah yang sempirna) yakni Jika orang yang berbicara diam dari pembicaraannya, kemudian orang yang mendengar tidak menunggu-nunggu ucapan yang lain, maka ini disebut kalam yang berfaidah sempurna.

Jika engkau mengatakan:
 إِذَا حَضَرَ الْأُسْتَاذُ,
maka ini tidak dinamakan kalam meskipun ini merupakan lafazh yang tersusun dari tiga kata.

Karena orang yang diajak bicara masih menunggu-nunggu apa yang engkau katakan setelah ini.

Apa yang terjadi setelah kehadiran ustadz. Sehingga, jika engkau katakan:
إِذَا حَضَرَ الْأُسْتَاذُ أَنْصَتَ التَّلَامِيذُ
maka ini menjadi kalam karena memberikan faidah.

Makna bahwa sesuai dengan kaidah bahasa arab yang diletakkan orang Arab

Yaitu bahwa lafazh-lafazh yang digunakan dalam pembicaraan berupa lafazh-lafazh yang dipakai orang Arab untuk menunjukkan suatu makna.

Misalnya حَضَرَ adalah sebuah kata yang digunakan orang Arab untuk suatu makna, yaitu terjadinya kehadiran pada jaman yang telah lewat. Kata مُحَمَّد dipakai orang Arab untuk suatu makna, yaitu orang yang dinamakan dengan nama itu. Maka jika engkau katakan: حَضَرَ مُحَمَّدٌ, maka engkau telah menggunakan dua kata yang masing-masingnya telah digunakan oleh orang Arab.

Berbeda jika engkau berbicara dengan menggunakan bahasa orang ‘ajam (selain Arab), seperti Persia, Turki, Barbar, Prancis. Hal itu tidak dinamakan kalam oleh ulama Arab, walaupun oleh ahli bahasa lain dinamakan kalam.

Faedah dari Al Ustadz Abu Khuzaimah Zulfikar di grup kelas.

PERTEMUAN 2 : Jenis-jenis Kata (Al Kalimah) | 05 Shafar 1441 H


FAIDAH NAHWU PERTEMUAN KE 2

📝 Al Kalam (الكلام) maknanya adalah Kalimat
📝 Al Kalimah (الكلمة) maknanya adalah Kata

Kalam Arab (الكلام) (kalimat dalam bahasa arab) tidak terlepas dari 3 perkara
1. Isim
2. Fiil
3. Huruf

🔘 l الكلمة l Al Kalimah : yakni kata terbagi menjadi Tiga :

1. Isim : yaitu kata yang menunjukan kepada makna pada dirinya, dan tidak berkaitan dengan waktu.
◼ Isim bisa disebut juga sebagai kata benda.
Contoh :

〰 Kata  قلم : maknanya Pena
🕯 Maka kata قلم adalah isim karena makna dari kata tersebut tidak terkait dengan waktu.
☝🏻 Kata قلم Tidak bisa diartikan Telah pena, sedang/akan pena.

〰 Kata كتاب : Maknanya Buku
🕯 Kata kitab adalah ISIM karena maknanya tidak terkait dengan waktu
☝🏻 Kata كتاب tidak bisa diartikan telah buku, akan buku atau sedang buku

〰 Demikian juga kata
 رجل Laki-laki
نهر Sungai
مرآة Cermin

Dan kata-kata yang lain yang tidak terkait dengan waktu.

==============
 Nahwu dan Bahasa Arab termasuk ilmu kunci bagi ilmu-ilmu yang lain.
🔘 Kedua ilmu ini sangatlah berperan banyak dalam memahami kitab atau ilmu-ilmu yang lain.
🔘 Nahwu dan Bahasa Arab termasuk bidang ilmu yang penting sehingga kita harus meluangkan waktu untuk memurajaah atau membaca kembali pelajaran yang telah dipelajari bahkan menghafal sebagian kaidah nahwiyah dan bahasa arab.
🔘 Usia bukanlah penghalang untuk menuntut ilmu Nahwu dan Bahasa Arab, namun yang menghalangi adalah belum sempurnanya kesungguhan atau keeriusan atau belum sempurna dalam memurajaah pelajaran.
🔘 Janganlah malu untuk belajar, walaupun dalam perkara yang kecil.
🔘 Mungkin kita merasa malu untuk belajar atau bertanya karena kita sudah tua misalnya. Namun, janganlah masalah umur justru menghalangi kita dari kebaikan.

النحو في أوله صعب وفي أخره سهل وقد مثل ببيت من قصب وبابه من حديد. يعني أنه صعب الدخول لكن إذا دخلت سهُل عليك كل شيء ،
◼ شرح المقدمة الآجرومية

Asy Syaikh Ibnu Utsaimin berkata;

Memang nahwu itu awalnya terasa sulit tetapi akhirnya akan mudah. perumpamaanya seperti rumah yang terbuat dari kayu dan pintunya dari besi, yakni : sulit ketika hendak masuk, akan tetapi jika kamu sudah masuk, segala sesuatu akan mudah bagimu.

Salafy Tasikmalaya

Author & Editor

Dapatkan Informasi Terbaru Tentang Kajian Salafy di Tasikmalaya dengan Join via Telegram t.me/salafytitasik

0 comments:

Post a Comment

Jazakumullahu khairan parantos sumping ka website Salafy ti Tasik.